Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan antar Lembaga Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Drs. Syamsul Widodo, MA melakukan kunjungan kerja ke PT Ekosistem Bumi Lestari (KOBUMI), Jum’at 3 November 2023


Staf Ahli Menteri Desa bidang Hubungan antar Lembaga bersama Kepala Balai PPMDDTT Ambon, Bapak Iman Sugiman, S.Pd., M.M melakukan kunjungan dan berdiskusi serta bertukar isi pikiran mengenai pengelolaan Pala dan bagaimana desa di Kepulauan Maluku bisa memanfaatkan Pala menjadi komoditas yang meningkatkan perekonomian menuju desa berkemajuan dan bisa berdiri di atas kakinya sendiri.


Kegiatan diskusi dan pertukaran isi pikiran dilaksanakan di Komplek Pergudangan BULOG Gedung Nusaniwe. Turut hadir pula CEO KOBUMI, Kepala Kantor KOBUMI Cabang Ambon, dan Kepala Gudang Nusaniwe, Kegiatan juga dihadiri pula oleh Koordinator TEKAD Provinsi Maluku untuk ikut serta berpartisipasi dalam diskusi.


Ko punya bumi, bumi kita, kita Membumi.

We have the earth, our earth, we are the earth.

Inilah bumi kita yang harus kita lindungi agar selalu dapat menjadi sumber penghidupan kita semua.


Sejak Juni 2022, Ekosistem Bumi Lestari berdiri dengan kepemilikan saham dari Yayasan EcoNusa dan 12 koperasi serta lembaga ekonomi kampung milik masyarakat adat dan lokal di Papua Barat, Papua, Maluku dan Maluku Utara.


Lembaga ini merupakan perusahaan sosial yang dimiliki oleh masyarakat adat dan masyarakat lokal. Tujuannya untuk memperkuat kondisi sosial ekonomi masyarakat adat dan masyarakat lokal sekaligus untuk memperkuat kelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam dengan nilai-nilai keberlanjutan dan kelestarian ekosistem bumi.


Dalam kunjungan ini, kami mendiskusikan peluang kerjasama dengan Kemendesa untuk pemasaran komoditas unggulan desa, karena KOBUMI sebagai offtaker komoditas2 pala, kopra, kayumanis, cengkeh, udang mangrove, tuna, kopi dan kenari.


Model bisnis dari KOBUMI, Kobumi adalah perusahaan sosial yang didirikan oleh 13 koperasi di Provinsi Maluku, Maluku Utara dan Papua yang masuk dalam jaringan. Tugas Kobumi adalah sebagai offtaker dan pemasaran, sedangkan pengepul dilakukan oleh koperasi. Sedangkan pendampingan dilakukan oleh ECONUSA.


Kami dari Kemendesa mengajukan, bagaimana BUMDES bisa terlibat dalam ekosistem Kobumi, sehingga suatu saat BUMDES bisa menjadi pengepul komoditas2 unggulan desa. Dan pihak Kobumi sangat terbuka untuk bisa melakukan kolaborasi.


Pada kesempatan ini kami juga mengajak Balai Pelatihan Masyarakat Kemendesa yang ada di Ambon, sehingga Balai bisa juga belajar dari ekosistem yang dikembangkan oleh Kobumi.