Ambon, 28 November 2025 β€” Gedung Aula Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal (BPPMDDT) Ambon menjadi ruang kolaboratif bagi akademisi, pemerintah, dan desa dalam kegiatan Diseminasi Perencanaan Komunikasi Digital: Tantangan dan Transformasi Pemberdayaan Desa di Kota Ambon. Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Angkatan 2023 Kelas A, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pattimura.


Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Bapak Ronald Alfredo, S.Sos., M.I.Kom, yang menegaskan pentingnya penguatan kapasitas komunikasi dalam pembangunan desa di era digital. Menurutnya, desa tidak lagi cukup hanya menjalankan program, tetapi perlu membangun strategi komunikasi yang efektif agar informasi, inovasi, dan layanan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.


Sementara itu, Kepala BPPMDDT Ambon, Bapak Ery Kurniawan, S.H, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa yang mampu mengintegrasikan teori komunikasi dengan konteks nyata pemberdayaan desa di Maluku. Ia menekankan bahwa transformasi digital menjadi salah satu kunci peningkatan kualitas layanan desa dan BUM Desa. β€œKolaborasi seperti ini memberikan perspektif baru bagi kami dalam melihat bagaimana komunikasi yang baik dapat memperkuat efektivitas program pemberdayaan,” ungkapnya.


Materi inti disampaikan oleh dua narasumber. Pertama, dosen Ilmu Komunikasi Ibu Aksa Noya, S.Sos., M.A, yang memaparkan konsep dasar perencanaan komunikasi, urgensi penyusunan rencana komunikasi yang sistematis, serta desain perencanaan komunikasi lima langkah. Ia menekankan bahwa perencanaan komunikasi bukan sekadar penyampaian pesan, tetapi proses strategis yang dimulai dari riset hingga pelaporan.


Pemateri kedua, Pristianto Tanan, mahasiswa Ilmu Komunikasi, mempresentasikan implementasi teori lima langkah (Penelitian, Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, dan Pelaporan) berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan pada BPPMDDT Ambon, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Maluku (DPMD), serta tiga desa mitra: Latta, Galala, dan Poka. Hasil analisis menggambarkan bagaimana komunikasi terstruktur dapat meningkatkan kejelasan program, memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan, dan mengoptimalkan proses pemberdayaan di desa.


Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pihak yang terlibat dalam penelitian, termasuk BPPMDDT Ambon, DPMD Provinsi Maluku, jajaran pemerintah desa Latta, Galala, dan Poka. Diskusi berlangsung hangat dan menghasilkan berbagai rekomendasi terkait penguatan strategi komunikasi digital dalam konteks pembangunan desa, mulai dari penyusunan konten yang inklusif hingga pemanfaatan media digital sebagai saluran edukasi masyarakat.